"Cuma pengen umroh, ibadah, kalau ada rezekinya. Pengen doain istri saya, dia lah yang paling sabar dari dulu. Dia gak pernah minta apa-apa," kata Pak Mawardi. Penghasilan Pak Mawardi sebagai tukang gali kubur harus benar-benar ia cukupkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi, anaknya masih bersekolah, butuh biaya untuk membeli peralatan dan perlengkapan sekolah.
Kadang, Pak Mawardi juga mencari nafkah dengan bekerja serabutan. Apapun yang ia bisa kerjakan, pasti akan ia lakukan untuk menghidupi keluarganya.
Bayu Murti, mari bantu wujudkan mimpi Pak Mawardi untuk bisa berangkat ke tanah suci, yuk? Jabat erat, Kitabisa
|
Memantau pergerakan emas setiap hari menurut pengalaman penulis pribadi. Saya bukan analis handal seperti yang lain tapi hanya memberikan analisa seadanya menurut pemikiran saya sendiri berdasarkan pengalaman pribadi di lapangan. Blog ini saya tulis dengan bahasa sederhana dan mungkin banyak sekali kekurangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar