Kak Bayu Murti, bayangkan jika anak-anak hingga lansia harus berjalan 1 kilometer di jalanan menanjak dan berbatu hanya untuk mendapatkan air. Itulah kenyataan yang harus dihadapi warga Desa Gololowe setiap hari. Setiap pagi pukul 05.00 hingga 06.00, dan sore hari pukul 17.00 hingga 18.30, anak-anak bersama ibu-ibu sudah bersiap membawa jerigen menuju sumber air terdekat. |
Satu orang biasanya membawa minimal 4 jerigen berisi 5 liter air, yang harus dipikul sepanjang perjalanan. Meski berat dan melelahkan, mereka tak punya pilihan lain. Akses air bersih masih menjadi mimpi bagi ribuan anak Indonesia, termasuk anak-anak di Desa Gololowe. Karena keterbatasan ini, mereka masih menggunakan air yang sama untuk mandi, mencuci, bahkan untuk minum. Kondisi ini sangat rentan menimbulkan penyakit. 😢 Kak Bayu Murti, mari bersama-sama ulurkan tangan tuk wujudkan hak para warga bisa mengakses air bersih! Kirimkan bantuan terbaikmu dengan klik tombol di bawah: |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar