Kenalkan saya Abah Halim (78th), saya sudah lama tinggal sendirian. Istri Abah sudah meninggal 4 tahun yang lalu.. Qadarullah, kami tidak dititipkan anak. Rasanya sepi Abah menjalani hari..
Tapi Abah harus semangat untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Abah sekarang bekerja membuat aseupan dari bambu yang di anyam. Hanya saja usia yang semakin menua membuat tenaga Abah dan penglihatan Abah mulai berkurang.
Abah kini sedih karena jualan Abah sudah sebulan belum ada yang beli. Abah pun makan saja sulit.. Meskipun begitu abah tidak hanya berdiam diri saja dirumah, abah juga sering berjalan ke kebun untuk mencari kayu bakar dan baralak (daun kelapa kering) untuk keperluan memasak. **** Bayu Murti, Abah Halim hanyalah segelintir lansia dhuafa yang sulit bertahan untuk hidup. Yuk kita titipkan rezeki terbaik untuk Abah dan ratusan lansia dhuafa untuk hidup layak! |
Salam Hangat, Abah Halim dan Yayasan Cahaya Sedekah Kebaikan via Kitabisa |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar